Category Archives: gURU

Pedoman Pemberian Bantuan Bagi Pendidik PAUD Tahun 2010

Tunjangan Kesra Guru Riau 2009

sumber:http://riaupos.com/main/index.php?mib=berita.detail&id=16593

Senin, 06 Juli 2009 , 08:19:00
Rp96 Miliar untuk Kesejahteraan Guru Riau

PEKANBARU (RP) – Pemerintah Provinsi Riau melalui APBD Riau 2009, mengalokasikan dana sebesar Rp96 miliar untuk pembayaran dana kesejahteraan guru se-Provinsi Riau. Dana tersebut sesuai jadwal, akan dibayarkan pekan pertama Ramadan nanti.

Dana sebesar Rp96 miliar ini, diperuntukkan bagi sebanyak 38.070 orang berstatus PNS, dan 66.756 guru berstatus non PNS. Dengan asumsi masing-masing guru PNS menerima Rp1,2 juta per orang, sedangkan non PNS Rp750 per orang.

Jelang pencairan dana, Pemerintah Daerah dalam hal ini Dinas Pendidikan (Disdik) kabupaten/kota se-Provinsi Riau, didesak agar segera mengirimkan data guru-guru penerima dana kesejahteraan 2009.

Kepala Sub Bagian Umum dan Kepegawaian Disdik Provinsi Riau Nurliah, ditemui akhir pekan lalu menyebutkan, saat ini baru enam dari 11 kabupaten/kota di Riau yang mengirimkan data guru yang bertugas di daerah masing-masing. Enam kabupaten/kota tersebut jelas Nurliah, yakni Kabupaten Kampar, Bengkalis, Indragiri Hulu, Pelalawan dan Siak. Sedangkan selebihnya belum mengirimkan.

‘’Kami berharap kabupaten/kota yang belum mengirimkan datanya agar bergegas menyampaikan data yang kami minta, demi kelancaran proses pencairan dana Kesra agar tepat waktu,’’ imbau Nurliah.

Dikatakan pula, pihaknya sudah melayangkan surat permintaan pengiriman data guru tersebut kepada kabupaten/kota pada 25 Maret lalu. Dalam surat tersebut kepada kabupaten/kota di-deadline harus mengirimkan datanya paling lama pada 1 Mei lalu. Hanya saja, sampai saat ini baru enam kabupaten/kota saja yang meresponnya. Sedangkan selebihnya belum mengirimkan data.

Terkait besaran dana yang akan diterima guru tersebut, diakui Nurliah itu baru asumsi. ‘’Kepastiannya nanti akan menyesuaikan dengan jumlah guru. Bisa jadi seperti tahun lalu, dana yang diterima akan mengalami pengurangan, karena jumlah guru yang didaftarkan menerima Kesra melebihi target,’’ ungkapnya.

Tahun lalu, dana yang dialokasikan adalah sebesar Rp90 miliar. Masing-masing guru, bagi yang berstatus PNS menerima Rp1,1 juta per orang, sedangkan non PNS Rp600 ribu per orang. ‘’Jumlah ini pulalah yang diasumsikan akan menerima dana Kesra tahun ini,’’ jelasnya.(kaf)

Guru Makin Sejahtera Animo Jadi Pendidik Meningkat

sumber: http://www.diknas.go.id/headline.php?id=534

Guru Makin Sejahtera Animo Jadi Pendidik Meningkat
09-06-2009 09:31:07 | Dibaca : 353
[JAKARTA] Kenaikan anggaran yang dikelola Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas) selama masa lima tahun terakhir membuat kesejahteraan guru semakin meningkat.

Peningkatan itu membuat profesi guru semakin prospektif.

Dalam UU Guru dan Dosen, antara lain disebutkan penghasilan guru harus berada di atas kebutuhan hidup minimum, meliputi gaji pokok dan berbagai tunjangan, seperti tunjangan profesi, fungsional, khusus, dan maslahat tambahan. Untuk tahun anggaran 2009 misalnya, gaji guru PNS golongan IIB yang belum mengantongi sertifikat pendidik dinaikkan dari Rp 1.552.000 menjadi Rp 2.009.000, sedangkan pendapatan guru golongan IVE mencapai Rp 6.963.000.

Terkait hal itu, Rektor Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Bedjo Sujanto yang dihubungi SP, Jumat (5/6), mengatakan animo calon mahasiswa masuk UNJ memang meningkat. Namun, dia tidak memerinci persentase kenaikan jumlah mahasiswa di universitas yang mencetak para guru itu.

Saat ditanya tentang keseriusan pemerintah meningkatkan kesejahteraan guru, Bedjo menyatakan hal itu sudah tercantum dalam UU Guru dan Dosen. “Pemerintah sangat serius meningkatkan kesejahteraan para guru dan profesionalitas mereka juga dituntut,” katanya.

Menyinggung program sertifikasi guru sebagai upaya memperoleh tunjangan profesi sebesar satu kali gaji pokok, Bedjo mengatakan pada tahun ini pihaknya menargetkan 12.000 guru mendapat sertifikat pendidik. Proses sertifikasi dilakukan bersama Universitas Atma Jaya Jakarta dan Universitas Tirtayasa, Banten.

Untuk menghindari kecurangan, seperti yang terjadi di tahun-tahun sebelumnya, UNJ mensyaratkan berkas asli untuk ijazah, sertifikat seminar, dan surat keterangan mengajar. “Pada sertifikasi tahun 2007, ada beberapa berkas ijazah yang palsu, tetapi tahun 2008 tidak ada lagi,” katanya.

Data sertifikasi tahun 2008 menunjukkan dari 18.000 guru yang ikut proses sertifikasi, hanya 39 persen saja yang lulus. Guru yang tidak lulus, wajib mengikuti pelatihan. Setiap tahun pemerintah menargetkan 200.000 guru disertifikasi.

Senada dengannya, Rektor Universitas Terbuka (UT) Atwi Suparman menyatakan keseriusan pemerintah meningkatkan kesejahteraan guru terlihat pada program uji kompetensi profesi guru. Sayangnya, upaya perbaikan kesejahteraan guru ini tidak dibarengi dengan perbaikan tiga kompetensi lain, yakni kompetensi pedagogik, kepribadian, dan sosial. “Akhirnya timbul kesan bahwa yang lebih diperbaiki dari seorang guru adalah materi atau kekayaan, bukan hatinya guru,” ucapnya.

Dia mencontohkan, munculnya kasus-kasus guru yang terlibat perkelahian dan guru cabul, terjadi karena kurangnya kompetensi pedagogik dan kepribadian guru. “Belum banyak pendidik yang bisa tampil lembut, sejuk, berwibawa, dan melindungi siswa. Kompetensi kepribadian hanya menjadi pajangan saja,” katanya.

Kompetensi pedagogik, kepribadian, dan sosial, harus diprioritaskan saat perekrutan guru. Sebab, tidak semua orang yang pintar dalam ilmu pengetahuan serta lulusan S2 dan S3, selalu tepat menjadi guru. “Inilah kesalahan yang terjadi dalam praktik perekrutan guru,” tegasnya.

Pemerintah, lanjutnya, harus mendorong guru kembali tampil sebagai profesi yang baik dan sempurna. “Percuma saja jika kesejahteraan guru meningkat, namun tidak profesional,” katanya.

Sementara itu, staf pengajar SMA I Depok, Jawa Barat, Elizabeth Tri menyatakan rasa syukurnya karena kesejahteraan guru meningkat. Namun, hal itu harus dibarengi dengan peningkatan kualitas personal pendidik.

“Sudah merupakan kewajiban pemerintah memperhatikan kesejahteraan guru dan guru juga harus terus meningkatkan kualitas,” katanya. Sedangkan, pengajar salah satu sekolah swasta di Jakarta Barat, Rianti mengatakan kesetaraan kesejahteraan guru PNS dan non-PNS, juga harus diperhatikan pemerintah. Alasannya, syarat-syarat untuk menjadi guru pengajar juga sama.

Selama ini, pemerintah kurang memperhatikan guru-guru di sekolah swasta. “Kalau kita mendengar pemerintah menaikkan gaji guru PNS, ada juga perasaan kecewa. Ini kan bisa menimbulkan kecemburuan antarguru,” katanya. (W-12) -suara pembaruan-

Untuk pengaduan dan informasi lain dapat anda kirimkan melalui:

SMS : 0811-976-929
Fax : 021-5703337
Telp : 021-5707303
Surat : PO.BOX 4490
E-mail : aspirasi@diknas.go.id

Berita gembira buat PNS: GAJI KE-13 bulan JUNI 2009

sumber: http://www.detikfinance.com/read/2009/06/12/143757/1146857/4/gaji-ke-13-pns-paling-lambat-akhir-juni

umat, 12/06/2009 14:37 WIB
Gaji ke-13 PNS Paling Lambat Akhir Juni
Suhendra – detikFinance

Jakarta – Departemen Keuangan akan membayar gaji ke-13 bagi PNS, TNI/Polri dan pensiunan sebesar 1 kali gaji paling lambat akhir Juni 2009.

Dikatakannya ketentuan ini sesuai dengan Peraturan Pemerintah No 42/2009, tanggal 8 Juni 2009, mengenai Pemberian gaji/pensiun/tunjangan bulan ketiga belas dalam tahun anggaran 2009 kepada pegawai negeri, pejabat negara, dan penerima pensiun/tunjangan.

“Jumlahnya sebesar penghasilan sebulan yang diterima pada bulan Juni 2009,” kata Dirjen Perbendaharaan Departemen Keuangan Herry Purnomo saat ditemui di kantornya Jl Lapangan Banteng, Jumat (12/6/2009).

Ia menambahkan peraturan pemerintah (PP) mengenai gaji ke-13 sudah keluar dan akan diusahakan akan dibayar pada bulan Juni 2009.

“Paling lambat 29 Juni, PP mengatakan dibayar Juni, paling lambat awal Juli, Ini semua gol PNS, TNI/Polri, pensiunan,” terangnya.

Dikatakannya, waktu pencairannya akan sangat tergantung keluarnya Perdirjen Perbendaharaan Departemen Keuangan yang akan segera keluar.

“Kalau sudah keluar, sudah bisa ditagihkan. Itu bukan karena Pemilu, sudah bertahun-tahun diberikan,” terangnya.
(hen/qom)

BERITA BAIK UNTUK GURU (KHUSUS PNS)

sumber: http://edukasi.kompas.com/read/xml/2009/06/09/15572993/PP.No.41.Diresmikan..Gaji.Guru.dan.Dosen.di.Atas.Tiga.Jutaan
PP No 41 Diresmikan, Gaji Guru dan Dosen di Atas Rp 3 Juta-an

Selasa, 9 Juni 2009 | 15:57 WIB

SEMARANG, KOMPAS.com — Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan, Peraturan Pemerintah (PP) tentang Tunjangan Profesi untuk guru sudah ditandatangani. Gaji yang akan diterima para guru dan dosen mencapai lebih dari Rp 3 juta karena gaji pokok yang diterima mencapai dua kali lipatnya.

“Peraturan tersebut sudah ditandatangani, kini tinggal dilaksanakan dan dijalankan,” ujar Presiden SBY dalam sambutannya saat meresmikam peresmian gedung IKIP PGRI Semarang, Selasa (9/6).

Sementara itu, Menteri Pendidikan Nasional RI Bambang Sudibyo mengatakan bahwa PP No 41 Tahun 2009 tentang Tunjangan Profesi Guru memang sudah ditandatangani. “Penandatanganan baru saja dilakukan kemarin,” ujar Mendiknas.

Menanggapi ditandatanganinya PP tentang tunjangan profesi guru, Rektor IKIP PGRI Sulistiyo pun menyambut gembira. Kegembiraan rektor tidak lain karena kesejahteraan guru dan dosen akan meningkat. Sulitiyo memastikan, gaji yang akan diterima para guru dan dosen mencapai lebih dari Rp 3 juta karena gaji pokok yang diterima mencapai dua kali lipatnya.

LTF
Sumber : Antara
===============

BTW. Guru swasta kapan?

S2 GRATIS DARI SEAMOLEC

sumber: http://www.kompas.com/read/xml/2009/05/22/11332910/hore.guru.bisa.raih.s2.gratis.dari.seamolec.

Hore, Guru Bisa Raih S-2 Gratis dari Seamolec

Jumat, 22 Mei 2009 | 11:33 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Menggandeng ITB, UGM, dan Direktorat Jenderal Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PMPTK) Depdiknas melalui Lembaga Penjamin Mutu Pendidik (LPMP) Jawa Barat dan DI Yogyakarta, Seamolec menyiapkan beasiswa magister S-2 bagi para guru berprestasi.

Southeast Asian Ministers of Education Organization Regional Open Learning Center (Seamolec) merupakan institusi yang bernaung di bawah Southeast Asian Ministers of Education Organization (Seameo) atau Organisasi Menteri-Menteri Pendidikan se-Asia Tenggara. Seamolec bertanggung jawab untuk mengembangkan Pendidikan Terbuka dan Pendidikan Jarak Jauh di Asia Tenggara.

Tahun ini, Seamolec menawarkan program magister bagi para guru berprestasi melalui pola hybrid learning. Sebuah pola perpaduan perkuliahan tatap muka di kampus utama dan perkuliahan terbuka dan jarak jauh (open and distance learning) di subkampus.

Hanya saja, dalam desain program ini, perkuliahan tatap muka sementara ini dilaksanakan di UGM dan ITB. Kuliah terbuka dan jarak jauh dapat dilaksanakan di subkampus maupun tempat bekerja para mahasiswanya.

Melalui program ini, mahasiswa dapat memilih subkampus sesuai letak tempat kerjanya. Beberapa institusi yang sejauh ini siap menjadi subkampus bagi program ini antara lain Universitas Negeri Padang (UNP) untuk wilayah Sumatera Barat dan sekitarnya, Seamolec di Jakarta untuk wilayah Jabodetabek dan sekitarnya, LPMP Bandung untuk wilayah Jawa Barat dan sekitarnya, Universitas Dian Nuswantoro Semarang untuk wilayah Jateng dan sekitarnya, LPMP DI Yogyakarta, Sleman, untuk wilayah DI Yogyakarta dan sekitarnya, serta Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (P4TK) Teknologi Malang untuk wilayah Jatim dan sekitarnya.

Terkait komponen beasiswa, biaya pendidikan bagi penerima beasiswa akan langsung dibayarkan oleh penyedia kepada provider. Biaya tersebut di luar biaya transportasi sebesar Rp 400.000 per bulan.

Syarat dan daftar online

Sebagai syarat umum, penerima beasiswa diprioritaskan kepada para guru berprestasi pada periode tahun 2008. Usia calon penerima pun tidak lebih dari 45 tahun saat mendaftarkan aplikasi program ini.

Khusus di UGM, latar belakang pendidikan penerima beasiswa adalah sarjana/D-IV dari jurusan teknik dan sains. Skor TPA (OTO Bappenas) minimum harus mencapai 500, sedangkan skor TOEFL yang dicapainya minimum 450.

Untuk di ITB, latar belakang pendidikan si penerima adalah sarjana/D-IV dari jurusan teknik, sains, pendidikan teknik dan sains, serta seni, yaitu program studi seni rupa. Skor TPA minimum mencapai 475, sedangkan skor EPT minimum 77.

Bagi para guru yang tertarik program ini, batas pendaftaran melalui sistem online akan jatuh pada akhir bulan ini, yaitu 31 Mei 2009. Batas akhir pengiriman berkas pendaftaran pun jatuh di tanggal yang sama tersebut.

Informasi lengkap baik itu syarat, materi seleksi, biaya, dan jadwal tes dapat dilihat melalui http://seamolec.org/s2-gurpres.php, termasuk mereka yang ingin mendaftar secara online. Aplikasinya pun bisa diisi langsung lewat link situs Seamolec tersebut.

LTF

NASIB GURU (LAGI)

Sumber: http://edukasi.kompas.com/read/xml/2009/05/07/21235256/duh.masa.guru.honorer.hanya.andalkan.kebaikan.sekolah.

Guru Duh, Masa Guru Honorer Hanya Andalkan Kebaikan Sekolah?

Kamis, 7 Mei 2009 | 21:23 WIB
Laporan wartawan KOMPAS Indira Permanasari S

JAKARTA, KOMPAS.com — Ketua Federasi Guru Independen Indonesia (FGII) Suparman mengatakan, Kamis (7/5), sulit untuk meningkatkan kesejahteraan guru honorer kalau hanya mengandalkan kebaikan hati pihak sekolah, baik itu sekolah negeri maupun swasta. Pemerintah harus ikut menyubsidi.

Terdapat 922.000 orang guru wiyata bakti atau guru honor di Indonesia, baik itu guru swasta maupun negeri. Para guru tersebut sebagian besar memperoleh imbalan di bawah upah minimum regional buruh. Pemerintah tengah pula menyusun Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) tentang Guru Non-PNS.

“Jangan di sekolah swasta yang kebanyakan memiliki dana minim, sekolah negeri pun akan sulit memberikan honor memadai,” ujar Suparman. “Sekolah negeri di jenjang SD dan SMP misalnya, dilarang memungut iuran dan harus beroperasi dengan Bantuan Operasional Sekolah dari pemerintah yang jelas-jelas tidak memadai untuk operasional,” tambahnya.

Saripah Efiana, Ketua Forum Guru Reformasi Indonesia, menambahkan, saat ini para guru honorer mengajar tanpa jaminan apa pun. Tidak ada gaji tetap, tunjangan kesehatan, dan pensiun. Padahal, semakin tua, mobilitas dan jumlah jam mengajar guru honorer semakin sedikit. Para guru honorer, yang setia mengajar puluhan tahun, telah sungguh-sungguh ingin mengabdi menjadi guru.

“Agar para guru tidak berbondong-bondong menuntut menjadi pegawai negeri sipil, setidaknya mereka berhonor sesuai standar hidup layak,” kata Saripah. Dia menambahkan, guru honor yang dikontrak sebagai guru bantu oleh pemerintah di Jakarta saja dikontrak dengan honor Rp 710.000 per bulan atau di bawah upah minimum regional DKI Jakarta yang besarannya sekitar Rp 1,2 juta. “Kontrak pun diperpanjang dua tahun sekali, buruh saja tidak mau lagi dikontrak,” ujarnya.

Sumber : Kompas Cetak