Category Archives: enterpreneur

CPO dan Karet gagal di APEC

sumber bacaan klik di sini

Rabu, 24 April 2013 , 11:17:00

JAKARTA – Rencana pemerintah memasukkan produk minyak kelapa sawit (crude palm oil/CPO) dan karet dalam daftar produk ramah lingkungan atau environmental goods (EGs) APEC di Surabaya gagal. Negara-negara maju mengindikasi produk tersebut belum masuk kualifikasi karena isu lingkungan yang ditimbulkan.

Wakil Menteri Perdagangan Bayu Krisnamurthi mengungkapkan, pihaknya telah berusaha melobi pihak APEC dalam forum pertemuan menteri perdagangan di Surabaya akhir pekan lalu. Dalam pertemuan itu, masih terjadi perdebatan panjang. Banyak negara yang menolaknya. “Tapi, itu bukan akhir dari segalanya. Prosesnya belum selesai dan akan kami bahas pada forum APEC di Bali Oktober nanti,” terangnya saat ditemui di Jakarta kemarin (23/4).

untuk meneruskan klik di sini

Advertisements

EKSPOR WAJIB L/C : Hanya Wajib untuk Pertambangan, Timah dan CPO

Kamis, 05/03/2009 15:40 WIB
L/C Hanya Wajib untuk Pertambangan, Timah dan CPO
Suhendra – detikFinance

Jakarta – Pemerintah memperlunak kewajiban Letter of Credit (L/C) di tengah tekanan krisis finansial global yang mengancam ekspor Indonesia. Kondisi ini diharapkan bisa membantu memperbaiki ekspor Indonesia yang sejak Oktober 2008 hingga Januari 2009 pertumbuhannya negatif.

Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu menjelaskan, kondisi pasar global sekarang ini ternyata lebih buruk dari perkiraan sebelumnya. Pemerintah sendiri telah melakukan pembahasan tentang upaya pengamanan sektor riil telah dilakukan Pemerintah dengan seluruh pemangku kepentingan sejak dimulainya krisis keuangan global pada bulan Oktober 2008.

Salah satu langkah yang dilakukan dalam rangka memperlancar perolehan hasil devisa ekspor dan peningkatan tertib usaha, telah diatur ekspor barang yang wajib mengunakan Letter of Credit (L/C).

Pemerintah sebelumnya memang telah membahas upaya untuk memperlancar perolehan hasil devisa ekspor dan peningkatan tertib usaha, telah diatur ekspor barang yang wajib mengunakan Letter of Credit (L/C). Kewajiban cara pembayaran dengan L/C diterapkan untuk komoditi yang diperkirakan Indonesia masih mempunyai posisi daya tawar yang relatif kuat.

Pada waktu kebijakan disusun, krisis finansial global sudah mulai terasa dampaknya, namun perkiraan pertumbuhan ekonomi dunia dan pertumbuhan volume perdagangan dunia masih positif, walaupun menurun. Kinerja ekspor termasuk komoditi yang diperkirakan mempunyai posisi sellers market seperti kopi, kakao, CPO, karet dan beberapa produk pertambangan khususnya batu bara, masih positif.

“Kondisi eksternal yang dihadapi sekarang jauh lebih buruk dari pada perkiraan sebelumnya dimana pertumbuhan ekonomi dunia mendekati nol persen, negara-negara maju mengalami resesi dan volume perdagangan dunia akan mengalami kontraksi,” jelas Mari dalam konferensi pers di Gedung Depdag, Jalan Ridwan Rais, Jakarta, Kamis (5/3/2009).

Ia juga menjelaskan, pertumbuhan ekspor Indonesia sejak bulan Oktober 2008-Januari 2009 adalah negatif dan harga komoditi mengalami penurunan yang cukup tajam dalam beberapa bulan terakhir.

“Situasi ini telah mengubah beberapa komoditi ekspor Indonesia tidak lagi menjadi sellers market khususnya untuk komoditi berbasis sumber daya alam,” tambah Mari.

Sehubungan dengan perubahan situasi dan kinerja ekspor yang memburuk, mempertimbangkan masukan pemangku kepentingan, dan mempertimbangkan kesulitan yang dihadapi oleh eksportir kecil/menengah dalam memenuhi persyaratan L/C, maka pemerintah memandang perlu untuk meminimalkan perubahan kebijakan terhadap ekspor saat ini yaitu dengan menyempurnakan penerapan kebijakan ekspor komoditi yang wajib menggunakan L/C.

Penyempurnaan yang dilakukan adalah:

1. Penerapan wajib L/C hanya kepada produk pertambangan, timah dan CPO dimana Indonesia diperkirakan masih memiliki daya tawar, dan dikenakan kepada ekspor diatas US$1 juta mulai 1 April 2009, yaitu kepada eksportir skala besar.

2. Mengingat keadaan yang berubah dari sellers market ke buyers market, untuk komoditi yang lain (seperti. karet, kakao, kopi) dilakukan evaluasi dan persiapan langkah-langkah untuk penerapan wajib L/C dengan penangguhan kewajiban dimaksud sampai dengan 31 Agustus 2009.

3. Dalam rangka tujuan utama dari pengaturan ini tetap tercapai, yaitu kelancaran arus devisa dari ekspor, maka wajib lapor tetap akan diterapkan untuk semua komoditi yang diatur. Selama masa penangguhan tersebut, mulai 1 April 2009 semua eksportir dari komoditi yang diatur dalam Permendag Nomor 01/M-DAG/PER/1/200 tetap wajib melaporkan atau mencantumkan cara pembayaran L/C atau cara pembayaran lainnya yang lazim digunakan dalam perdagangan internasional serta nomor dan tanggal dokumen pembayaran tersebut pada Pemberitahuan Ekspor Barang (PEB).

Eksportir dari komoditi yang diatur juga tetap wajib melaporkan secara lengkap setiap bulan kepada Departemen Perdagangan mengenai realisasi ekspor termasuk cara pembayaran, nama Bank Devisa Dalam Negeri penerima hasil ekspor dan nomor rekening eksportir.

Sementara itu pemerintah juga akan terus secara sinergis dan intensif membahas mekanisme trade financing terutama dengan telah disahkan UU Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) atau dikenal dengan Exim Bank Indonesia, dan juga penguatan dari lembaga Asuransi Ekspor Indonesia (ASEI) yang saat ini tengah diusulkan dana ditambahkan sebesar Rp 1 triliun. Pemerintah sedang merancang perluasan dan peningkatan penugasan lembaga-lembaga ini serta lembaga perbankan untuk dapat menjadi implementor dari skema trade financing yang sedang disiapkan.

Pemerintah juga sedang menjajaki kerja sama dengan pihak luar seperti International Finance Corporation (IFC) untuk memperluas akses untuk likuiditas, garansi dan asuransi yang terkait ekspor. Sebagian besar dari skema-skema yang ada sekarang dalam rangka trade financing ditujukan untuk ekspor yang menggunakan L/C.(qom/ir)

sumber: http://www.detikfinance.com/read/2009/03/05/154044/1095000/4/l/c-hanya-wajib-untuk-pertambangan,-timah-dan-cpo

MENCARI KAOS

Lama gak posting, bukannya gak ada bahan tapi pilih-pilih.

Pagi-pagi Bundanya anak-anak di telpon dari bandung, ngobrol tentang kondisi anak-anak trus cerita tentang disain kaos seragam sekolah. kebetulan lagi butuh kaos seragam untuk anak-anak playgroup dan TK angkatan tahun depan. Eh dapat info Ibu nyicil -lagi- ruko di mall Cicadas, katanya untuk adek ehm…dapat ide nih -sekalian ikut bantu- kebetulan sebentar lagi pilgub-pemilu biasanya permintaan kaos cukup tinggi. “Jalan-jalan” di blog lain siapa tau ada yang cocok.

Kaos seragam dan kaos partai.

SPT Tahunan Pajak, Zakat dan TDA

“LUNASI PAJAKNYA AWASI PENGGUNAANYA”

Emang ini Blog anak Kantor Pajak? atau lagi ikut kampanye Pajak?

Kalau di TV2 yang lagi ngetren…. “APA KATA DUNIA?”….anak-anak di Playgroup kami sangat fasih mengatakannya…

ada lagi di situsnya… KAMI SUDAH TERBUKA BAGAIMANA DENGAN ANDA?

Siang ini 5 buah amplop besar berwarna coklat mampir di meja kantor, yang satu ternyata untuk saya sendiri. Dari “DIRJEN PAJAK”…paling-paling kalau awal tahun seperti sekarang isinya kiriman form SPT Tahunan…tebakan saya gak meleset.

Isinya; buku petunjuk pengisian SPT PPH 21, surat pengantar dari Pak Darmin, form 1770 dan lampirannya serta blanko SSP. Pekerjaan rutin tahunan seorang TDB.

Kenapa saya tertarik menuliskannya di sini, pertama saya teringat tulisan Robert Kiyosaki di salah satu bukunya, salah satu perbedaan pengusaha dan karyawan adalah seorang pengusaha membayar pajak setelah membelanjakan “upah” yang diterimanya (terima upah-belanja-bayar pajak). Sedangkan seorang karyawan, menerima bayaran, kemudian membayar pajak dan terakhir baru bisa membelanjakannya. Bahkan kebanyakan karyawan harus membayar pajak sebelum upah sampai di tangannya sendiri. :((

Jadi, seorang TDA akan menerima hasil dari usahanya kemudian bisa membelanjakannya (biasanya dimasukkan ke dalam biaya operasional perusahaan, walaupun sang TDA bisa ikut menikmatinya) baru sisanya dikenai pajak. Sedangkan seorang TDB, penghasilannya yang sudah “dijatah” pengusaha akan dipotong pajak bahkan sebelum uangnya sampai ke tangan dia.

Emang enak?

Apa hubungannya dengan zakat ya?

Alumni Berprestasi

Hari ini dapat list alumni berprestasi, birokrat, profesional, pengusaha, akademisi…coba gogling satu-satu…nanti dibahas hasil “temuannya”…

lumayan untuk memotivasi.