Artikel Serial Ramadhan (22)

WANITA SHALIHAH DI BULAN SUCI
Wanita di bulan Ramadhan memiliki banyak pilihan untuk meningkatkan kualitas ibadah dan lebih mendekatkan diri kepada Allah swt. Bagi wanita yang masih produktif dan belum mencapai usia monopause, biasanya ada jenjang masa haidh yang menghalanginya untuk menunaikan ibadah-ibadah tertentu yang mensyaratkan kesucian jasmani.
Tapi, apakah masa haidh itu menjadi halangan wanita dalam mencapai kesempurnaan ibadah di bulan Ramadhan? Apa pilihan-pilihan yang memungkinkan wanita untuk memaksimalkan dirinya guna beramal dalam kondisi demikian? Bagaimana wanita mengakselerasikan amalnya dalam mencapai ridha Allah dan balasan yang berlipat dari-Nya?
Masa haidh bukan menjadi penghalang bagi wanita untuk beribadah dalam setiap saat, termasuk di bulan Ramadhan. Masa haidh adalah ketetapan Allah swt. yang tidak mungkin ditolak dan dijadikan ‘kambing hitam’ penyebab kurangnya amal shaleh atau batasan dalam melakukan kebaikan. Wanita yang cerdas dan berorientasi akhirat pasti melihat banyak pintu-pintu kebaikan yang terbuka untuknya dalam kondisi apa pun, termasuk masa-masa haidh.
1. Masa-masa Suci
Masa-masa suci wanita adalah waktu yang sangat berharga, karena masa suci merupakan periode dimana wanita bebas melakukan ibadah-ibadah tertentu yang mensyaratkan kesucian. Oleh karena itu, puasa, shalat wajib ataupun sunah, umroh, bertawaf, dan lain-lain dapat dimaksimalkan dalam bulan Ramadhan pada masa-masa suci ini.
Shalat sunah hendaknya ditingkatkan kuantitas dan kualitasnya sekaligus. Nilai keutamaan shalat sunah di bulan Ramadhan ditinggikan oleh Allah swt. menjadi senilai dengan nilai keutamaan shalat fardu di luar bulan Ramadhan. Hal ini merupakan keuntungan yang besar, bila wanita memanfaatkannya pada masa-masa sucinya.
Apalagi bila wanita lebih banyak memiliki waktu luang di rumah. Tugas memasak dan urusan rumah tangga lainnya, -walaupun ia juga merupakan bentuk ibadah lain- sebaiknya dilakukan pada waktu-waktu yang bukan waktu utama.
Waktu-waktu utama seperti sepertiga malam terakhir, malam hari lebih utama daripada seluruh waktu siang secara umum. Sebelum subuh dan setelahnya hingga waktu dhuha sebaiknya digunakan untuk beribadah mahdhah (murni) seperti shalat sunah, membaca al-Qur’an dan lain-lain.
Saat-saat menjelang buka puasa, seharusnya wanita tidak lagi disibukkan oleh urusan-urusan perlengkapan berbuka, tapi telah memusatkan diri dalam berdoa, berzikir, dan bermunajat kepada Allah swt. Saat-saat menjelang buka puasa termasuk waktu yang membuat kita sangat dekat dengan Allah swt. dan peluang makbulnya doa sangat besar. Walaupun secara umum, sepanjang waktu kita berpuasa merupakan jaminan waktu dimakbulkan doa seseorang oleh Allah swt.
Pada masa suci ini, terbuka lebar bagi wanita untuk meningkatkan interaksinya dengan Al-Qur’an. Membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar, bisa diasah terus-menerus sehingga dapat mencapai tingkat orang-orang yang mahir dalam membaca Al-Qur’an. Latihlah lidah dengan tahsin dan memperbaiki bacaan Al-Qur’an.
Tidakkah anda ingin mendapatkan janji Rasulullah saw., “Orang yang mahir dalam Al-Qur’an, maka dia bersama para rasul yang mulia dan berbakti, sedangkan orang yang membacanya dengan terputus-putus mengejanya, dan dia merasa kesulitan dalam membacanya, maka baginya mendapatkan dua pahala. (HR. Bukhari dan Muslim)
Berumrahlah di bulan Ramadhan karena Rasulullah saw. berpesan kepada seorang wanita Anshar, “Berumrahlah, karena umrah di bulan Ramadhan itu, pahalanya sama dengan pahala berhaji bersamaku”. (HR. Bukhari dan Muslim)
Sesungguhnya, perhiasan Anda adalah dua raka’at di waktu sahur, bersedekah dengan sembunyi-sembunyi yang tidak diketahui melainkan hanya oleh Allah swt. semata-mata, air mata hangat yang membersihkan kesalahan-kesalahan, sujud yang panjang di atas sajadah ibadah, rasa malu kepada Allah swt. ketika digoda oleh instink-instink keburukan dan ajakan-ajakan syaitan.
2. Masa-masa Haidh atau Tidak Suci
Bersungguh-sungguhlah Anda dalam menegakkan kebaikan di jalan Allah swt. dan bergembiralah dengan khabar gembira yang terdapat di dalam hadits, “bila seorang wanita taat kepada Tuhannya, mendirikan shalat lima waktunya, menjaga kehormatannya, dia pasti masuk ke surga Tuhannya” (HR. Ahmad).
Bangkit dan rapikanlah rumah Anda, perpustakaan pribadi Anda. Tunaikanlah tugas Anda. dengarkanlah kaset yang bermanfaat, atau duduklah bersama para tetangga dan teman-teman Anda lalu bahaslah bersama mereka bahasan yang dapat mendekatkan Anda dan mereka kepada Allah.
Jangan sekali-kali Anda tunduk kepada kekosongan dan pengangguran. Perhatikanlah penampilan Anda, kecantikan tubuh Anda, dan memakai wewangian di dalam rumah Anda, duduk dengan tertib di majlis Anda, berakhlak baik menyambut suami Anda, di hadapan anak-anak Anda, saudara-saudara dan kerabat-kerabat Anda serta teman-teman Anda dengan senyuman yang tulus dan lapang dada.
Allah swt. menjanjikan balasan dan kedudukan yang sama di sisi-Nya pada setiap wanita sebagaimana Dia menjanjikan kepada laki-laki. Dia memuji wanita sebagaimana memuji laki-laki, Allah swt. Berfirman,
“Sesungguhnya laki-laki dan perempuan yang muslim, laki-laki dan perempuan yang mu’min, laki-laki dan perempuan yang tetap dalam ketaatannya, laki-laki dan perempuan yang benar, laki-laki dan perempuan yang sabar, laki-laki dan perempuan yang khusyu`, laki-laki dan perempuan yang bersedekah, laki-laki dan perempuan yang berpuasa, laki-laki dan perempuan yang memelihara kehormatannya, laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah, Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar. (Al-Ahzab: 35).
Ayat ini menunjukkan bahwa Anda adalah pasangan dan mitra laki-laki, bahwa pahala Anda tersimpan di sisi Allah swt. Jadi, Anda memiliki kesempatan berbuat banyak kebajikan di rumah tangga Anda dan di masyarakat yang akan mengantar Anda menuju ridha Allah swt.
Pilihlah teladan dalam hidup Anda, Asiyah isteri Fir’aun, Maryam, Khadijah, Aisyah, Asma’, Fathimah, semoga Allah meridhai mereka semuanya.. Mereka adalah wanita-wanita terpilih dan baik-baik, wanita-wanita mukminah, ta’at, berpuasa dan mendirikan shalat. Mereka ridha kepada Allah swt. dan Allah swt. pun ridha kepada mereka.
Cobalah keberuntungan Anda dengan buku yang bermanfaat, kaset yang berfaidah, baik dengan membaca ataupun mendengar. Simaklah tilawah yang merdu dari Kitabullah. Semoga satu ayat saja dapat menggetarkan jiwa Anda, masuk ke dalam hati dan menyentuh nurani Anda. Dengan demikian, bersamanya datanglah hidayah dan cahaya, dan bersamanya hilanglah rasa putus asa, keraguan, syubhat, dan depresi.
Telaahlah dalam-dalam rekaman-rekaman hadits, bacalah sabda nabi dalam kitab ‘Riyadhus Shalihin’. Pasti Anda mendapatkan obat yang mujarab dan ilmu yang bermanfaat, yang menjaga Anda dari ketergelinciran dan kesalahan, menyembuhkan Anda dari penyakit.
Jadi, obat Anda terdapat dalam wahyu yang ada dalam al-Qur’an dan sunnah. Ketenangan Anda terdapat dalam keimanan. Kebahagiaan dan buah hati Anda ada dalam shalat. Kesehatan hati Anda ada dalam keridhaan. Ketenteraman nurani ada dalam kepuasan. Kecantikan wajah Anda ada dalam senyuman. Penjagaan kehormatan Anda ada dalam hijab menutup aurat. Dan, kedamaian jiwa Anda ada dalam berzikir.
Pakailah pakaian ketakwaan. Dengan demikian, Anda menjadi wanita paling cantik sejagat, walaupun pakaian Anda compang-camping. Dan jadikanlah selendang Anda, selendang rasa malu, karena dengan demikian Anda adalah wanita yang paling anggun di alam semesta, walaupun Anda tidak beralas kaki. Jauhilah kehidupan wanita-wanita bejat, kafir, ahli sihir, pelacur, dan tuna susila, karena mereka adalah bahan bakar neraka jahannam.
“Tidak ada yang masuk ke dalamnya kecuali orang yang paling celaka” (Al-Lail: 15).
Kelolalah nikmat Allah swt. dengan mensyukuri dan mentaati-Nya. Allah swt berfirman,
“Mereka mengetahui ni`mat Allah, kemudian mereka mengingkarinya dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang kafir” (An-Nahl: 83).
Jauhilah sikap kufur nikmat, karena sikap demikian sangat berbahaya, Allah swt berfirman,
“Tidakkah kamu perhatikan orang-orang yang telah menukar ni`mat Allah dengan kekafiran dan menjatuhkan kaumnya ke lembah kebinasaan?” (Ibrahim: 28).
Tetaplah di rumah Anda, melainkan untuk urusan penting. Karena sesungguhnya rumahmu adalah rahasia kebahagiaanmu.
“Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang Jahiliyah yang dahulu (al-Ahzab: 33).
Di dalam rumah, pasti Anda temukan hakikat kebahagiaan dan dapat menjaga kehormatan Anda, wibawa, dan rasa malu Anda.
Sesungguhnya diantara jalan mencapai kebahagiaan dan meraih pahala kebaikan Anda adalah dengan memahami agama Anda, sebagaimana Rasulullah saw. Bersabda, “Barangsiapa yang dikehendaki kebaikan oleh Allah swt., maka dia akan dipahamkan tentang agama”. (HR. Bukhari dan Muslim)
Sadarilah bahwa sesungguhnya amal Anda yang paling mulia adalah mengenal dan mengetahui maksud Allah swt. dalam Kitab-Nya dan maksud Rasulullah saw. dalam sunnahnya. Perbanyaklah mentadabburi dan mempelajari Al-Qur’an bersama saudari-saudari Anda.
Wanita muslimah salehah adalah wanita yang pandai melayani suaminya dan mentaatinya, setelah mentaati Tuhannya. Rasulullah saw. telah memuji wanita seperti ini, dan menjadikannya sebagai teladan dimana laki-laki sangat beruntung mendapatkannya. Ketika Rasulullah saw. Ditanya, “siapa wanita yang paling baik?” Rasulullah saw. Bersabda, “wanita yang menyenangkan suami bila melihatnya, mentaatinya bila menyuruhnya, dan tidak menentangnya dalam dirinya dan tidak pula membelanjakan harta bendanya dengan sesuatu yang dibenci oleh suaminya”. (HR. An-Nasa’i)
Teladanilah Khadijah Al-Kubra istri pertama dan istri yang paling dicintai oleh Rasulullah saw. Selama menikah dengannya, Rasulullah tidak pernah memikirkan wanita lain di samping Khadijah. Rasulullah hidup dalam suasana yang penuh dengan cinta dan kasih sayang.
Khadijahlah yang menghibur suaminya ketika dalam perjuangan dilanda berbagai derita. Dialah yang mengorbankan seluruh hartanya ketika suaminya memerlukannya. Dialah yang mendampingi suaminya dalam suka dan duka. Sehingga, Rasul bersabda, “Tidak ada seorang pun yang dapat menggantikan Khadijah.”
Kebaktian pada suami di dalam Islam adalah ibadah yang utama. Oleh sebab itu, hormatilah. Berikan kepadanya penghormatan dan kecintaan sepenuhnya. Insya Allah, Allah akan memberkati keluarga yang seperti demikian.
Rasulullah saw. telah mengaitkan antara masuknya wanita ke surga dengan keridhaan suaminya. Dari Ummu Salamah ra. Berkata, Rasulullah saw. Bersabda, ” Siapa pun wanita yang meninggal dalam keridhaan suaminya, maka pasti masuk surga”. (HR. Tirmidzi)
Jangan sekali-kali Anda ragu, bingung dan merasa hina, karena ingin bertaubat. Allah swt. mencintai orang-orang yang bertaubat mensucikan diri. Allah berfirman,
“…Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.” (An-Nur: 31)
Taubat adalah mencuci hati dengan air mata penyesalan. Ia adalah api yang membakar dalam hati, iba kepada diri sendiri dalam jiwa, rasa kehancuran dalam nurani, dan cucuran air mata di pipi. Sesungguhnya, taubat itu adalah awal maqam orang-orang yang berjalan menuju Allah swt. Ia adalah bekal dan modal bagi orang-orang yang beruntung dan kunci istiqomah orang-orang yang condong kepada agama Allah swt.
Seorang yang bertaubat harus berkeluh kesah, mengaduh dan menangis. Bila orang lain merasa tenang dari azab Allah swt., hatinya tidak merasa tenang, dihantui oleh rasa takut taubatnya tidak diterima. Bila orang lain merasa tenteram, dia tidak pernah berhenti menangis tersedu-sedu. Bila orang lain beristirahat tenang, dia tidak bosan-bosan merintih dan merinding kulitnya.
Bila dia mengingat besar dosanya dan banyak kesalahannya, kesedihannya menjadi-jadi, api nuraninya membara, air matanya bercucuran, nafasnya tersengal-sengal dan terasa sesak karena dadanya terasa seolah terbakar. Dia telah berbulat tekad untuk berlomba-lomba menghadapi hari Esok, dan meremehkan segala urusan dunia agar mampu melewati shirath yang berada di atas neraka jahannam dengan kecepatan setinggi-tingginya.
Ramadhan kali ini adalah pintu bagi kaum wanita untuk tampil paling cantik di sisi Tuhannya. Penampilan pemburu takwa dan surga Allah.
Sumber: 30 Tadabbur Ramadhan, MENJADI HAMBA ROBBANI, Meraih Keberkahan Bulan Suci
Penulis: Dr. Achmad Satori Ismail, Dr. M. Idris Abdul Shomad, MA Samson Rahman, Tajuddin, MA, H. Harjani Hefni, MA A. Kusyairi Suhail, MA, Drs. Ahlul Irfan, MM, Dr. Jamal Muhammad, Sp.THT
Source: IKADI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s