Category Archives: Pilkada

KISAH LEMBAGA SURVEY DI PILGUB JATIM

Selama ini kadang suka terlalu “pongah” dan seolah mereka tak terbantahkan. Lembaga survey kadang lebih berfungsi sebagai tim sukses mempengaruhi massa daripada sebagai tim survey.

Survey dengan kesimpulan akhir seolah-olah, bukti? Pilgub Jawa Barat, DKI Jakarta dsb.

Pilkada DKI adalah contoh keroyokan “yang cantik” Parpol, Birokrat (Presiden sd RT), PNS, “ulama”, artis, provokator, oportunis -berapa banyak yang dipecat partainya gara-gara duit “MANSUR”-, juga tak lupa… “lembaga survey”…

Maju tak gentar membela yang b…r (?????)

Menggelikan!!!

=====================================================
Selasa, 11/11/2008 21:52 WIB
Pilgub Jatim Putaran II
3 Lembaga Survei Meleset, Perlu Masuk MURI
Laurencius Simanjuntak – detikNews

Jakarta – 3 Lembaga survei yang menyelenggara quick count memperkirakan pasangan Khofifah-Mudjiono (KaJi) menang dalam Pilgub Jatim putaran kedua. Namun dari hasil perhitungan KPUD, pasangan Soekarwo-Saifullah Yusuf (KarSa) justru unggul atas KaJi dengan perolehan suara 50,20 persen banding 49,80 persen.

Hal ini dianggap menggelikan oleh oleh Ketua DPP PPP Lukman Hakim Saefudin. Lukman pun menyarankan agar peristiwa ini masuk ke dalam dokumentasi Museum Rekor Indonesia (MURI).

“Baru pertama kali hasil quick count dari 3 lembaga survei independen tentang Pilgub Jatim meleset berbarengan, apalagi bedanya sampai 1,5 persen dengan hasil perhitungan KPUD Jatim. Ini mesti masuk MURI,” ujarnya melalui pesan singkat yang diterima detikcom, Selasa (11/11/2008).

Menurut Lukman, ada dua kemungkinan menyangkut persoalan ini. Pertama, 3 lembaga survei tersebut memang meleset secara bersamaan. Kedua, KPUD Jatimlah yang ‘terlalu berani’ dalam melakukan penghitungan.

“Bisa karena rekor 3 lembaga survei yang meleset berbarengan, bisa karena perhitungan KPUD Jatim yang ‘terlalu berani’,” lanjutnya.

Dari penghitungan cepat yang dilakukan Lembaga Survei Indonesia (LSI), pasangan
KaJi memperoleh suara sebanyak 50, 44 persen, dan KarSa mendapat 49,56 persen.

Sedangkan versi Lingkaran Survei Nasional yang mereka lakukan di 400 TPS di seluruh Jatim, KaJi meraup 50,76 persen dan KarSa meraih 49,24 persen.

Disusul Lembaga Survei Nasional (LSN) yang menyatakan pasangan KaJi memperoleh
50,71 persen, sedangan KarSa selisih tipis dengan memperoleh 49,29 persen.(sho/gah)

SUMBER: http://www.detiknews.com/read/2008/11/11/215205/1035381/10/3-lembaga-survei-meleset-perlu-masuk-muri

QUICK COUNT PILKADA/PILGUB JATIM TAHAP 2

quick count PKS Karsa Menang

SUMBER : http://pks-jatim.org/quick-count-pks-karsa-menang/

Khofifah-Mujiono: 46.3 %

Sukarwo-Saefulah Yusuf: 53.7 %

04/11/2008. jam 15.08 WIB

HASIL PILKADA JAWA TENGAH -KOTA TEGAL, KAB. TEGAL, KARANG ANYAR & MAGELANG-

http://www.suaramerdeka.com/smcetak/index.php?fuseaction=beritacetak.detailberitacetak&id_beritacetak=36509

BERITA UTAMA

27 Oktober 2008
PDI-P Sapu Bersih 4 Pilkada

* Hasil Penghitungan Sementara

TEGAL- Empat Pemilihan Kepala Daerah kabupaten/kota di Jawa Tengah yang digelar serentak, Minggu (26/10), dimenangi jago yang diusung PDI-P.

Empat daerah yang menggelar pilkada serentak adalah Kabupaten Tegal, Kota Tegal, Kabupaten Karanganyar dan Kabupaten Magelang.

Pasangan calon bupati/calon wakil bupati Kabupaten Tegal, incumbent Agus Riyanto-Hery Soelistyawan meraih suara terbanyak pada penghitungan sementara hasil pemilihan .

Berdasarkan data sementara KPU hingga pukul 22.00, dari 1.124.251 pemilih, pasangan yang diusung PDI-P itu berhasil meraih suara 241.803 atau sekitar 43%.

Sedangkan pasangan Andhika-Dul Basir meraih 170.372 suara (30,20%), HA Ghautsun-Fikri Faqih 50.369 suara (8,93%), dan pasangan Hamam Miftah-Dimyati 100.851 suara (17,88%).

Untuk pemilihan Wali Kota Tegal, pasangan Ikmal Jaya SE Ak-Habib Ali Zaenal Abidin, yang juga diusung PDI-P unggul dalam perolehan suara sementara. Lewat penghitungan real count versi KPU Kota Tegal, hingga pukul 18.12, pasangan ”Ikmal Jadi” itu memperoleh suara 70,99% atau 88.662 suara.

Sinar Unggul

Sementara di Kabupaten Magelang, pasangan Ir H Singgih Sanyoto-HM Zaenal Arifin SH (Sinar) memperolehan suara sementara jauh meninggalkan rivalnya pasangan Drs H Hartono dan Ir H Ady Setiawan (Hadist).

Dari total suara sah yang masuk sementara hingga pukul 22.00 berjumlah 365.053 suara sah, pasangan Sinar memperoleh 303.777 suara atau 81,90%. Sedangkan pasangan Hadist, memperoleh 66.627 suara (17,98%).

Data itu berdasarkan laporan dari 1.283 tempat pemungutan suara (TPS) dari total jumlah TPS 2.150. Jumlah pemilih terdaftar sebanyak 902.404 orang tersebar di 21 kecamatan.

Sementara itu incumbent Rina Iriani-Paryono yang diusung PDI-P, PKS dan PAN juga memenangi pilkada Karanganyar. Perhitungan sementara Pasangan ini memperoleh 270.539 (62,37%) Romdloni-Silo 7.176 (1,65 %) dan Juliyatmono-Sukismiyadi 156.022 (35,97%). Total TPS 1.479, TPS yg masuk 1.435 /97 %

Angka tidak jauh berbeda dari hitungan DPD PDI-P yang menyebut angka 62,48 %, Jukis (35,9%) dan Romdloni-Silo (1,62 %). Dari 17 kecamatan yang ada, pasangan ini hanya kalah di Kecamatan Karanganyar Kota, 16 kecamatan lainnya menang.

”Meski belum selesai seluruhnya, namun angka itu tidak akan berubah banyak karena sebaran hasil yang masuk sudah dari 17 kecamatan,” kata Eko Sulistyo, yang menggarap perhitungan cepat KPU.

Meski sudah pasti, Ketua KPU Karanganyar Sutopo tidak berani menyatakan Rina-Paryono menang. Sebab perhitungan itu hanya untuk informasi awal saja pada masyarakat. KPU tetap mendasarkan perhitungan manual yang akan dimulai Senin ini (27/10) dari laporan seluruh TPS secara berjenjang.

Mahben Jalil, Divisi Sosialisasi KPUD Kabupaten Tegal mengungkapkan, dari hasil penghitungan sementara itu menunjukkan pemilihan bupati hanya dilakukan satu kali. Sebab, angka perolehan suara salah satu calon sudah di atas 30%.

Penghitungan suara juga dilakukan oleh Desk Pilkada Pemkab Tegal. Hasil yang diperoleh dari 2.156 tempat pemungutan suara (TPS) riil dan 12 TPS Khusus diketahui pasangan Agus-Heri meraih suara terbanyak, yakni 261.769 suara (42,56%), Andhika-Basir mendapatkan 189.667 suara (30,84%), HA Ghautsun-Fikri Faqih meraih 55.569 suara (9,03%), dan Hamam-Dimyati mendapatkan 106.047 suara (17,24%).

Pjs Bupati Kabupaten Tegal Amat Antono mengatakan, desk pilkada memiliki kewajiban untuk mengetahui perkembangan di Kabupaten Tegal. Namun, untuk angka perolehan suara merupakan kewenangan KPUD.

Legawa

Menanggapi hasil sementara pasangan Sinar unggul, calon bupati Drs H Hartono mengatakan masih menunggu penghitungan suara manual. Menurutnya, penghitungan sementara bukan satu-satunya cermin untuk melihat kemenangan. ”Penghitungan belum berakhir, saya menunggu laporan dari tim saya,” katanya.

Ketua Tim Sukses Hadist, Sihapudin Sulaiman, mengatakan berdasarkan data yang dikumpulkan dari saksi di 13 Kecamatan, hasilnya hampir sama dengan hasil Quick Count KPU, persentasenya Hadist 20% dan Sinar 80%.

Menanggapi kemenangan itu, Ir H Singgih Sanyoto, mengatakan bersyukur. ”Semoga saya bersama pak Zaenal diberi kekuatan untuk mengemban amanah dari masyarakat untuk menuju Magelang yang lebih sejahtera,” katanya.

Terpisah calon Wali Kota dari Golkar H Ristanto SSos mengatakan, kemenangan Ikmal-Habib Ali adalah sebuah kenyataan, rakyat sudah menentukan pilihannya, bukan dirinya yang menentukan. Sebaliknya dia bersyukur penahapan pilkada dapat berlangsung aman dan lancar.

Ristanto mengatakan, meski memperoleh 22,77% suara, dia menilai sudah optimal. Meski dengan kondisi seperti itu, simpati yang disampaikan secara langsung dan lewat SMS maupun telepon selulernya terus berdatangan. Dia dan tim suksesnya tidak akan melayangkan protes.

Agil Riyanto Darmowiyoto dan Basri Budi Utomo mengaku legawa dengan hasil perolehan sementara Ikmal Jaya-Habib Ali Zaenal Abidin. Menurut dia, kemenangan itu merupakan bukti kesiapan dari para tim sukses maupun pendanaan lebih banyak. ”Saya legowo dengan hasil pilkada ini,” ujarnya.

Hammam yang berpasangan dengan Dimyati pada pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Tegal juga legawa atas kemenangan Agus-Hery.

”Apapun hasilnya saya legawa, karena itu pilihan masyarakat,” tuturnya.
Pasangan Andhika-Abdul Basir (Kaba) menyatakan menerima hasil perhitungan suara sementara dengan kemenangan incumbent Agus-Hery.

Sementara Rina menyatakan bersyukur karena rakyat menggunakan haknya memilih sesuai nurani. ”Saya terima kasih juga pada tim sukses karena merekalah semua ini berakhir membahagiakan.

Namun jangan sampai melampiaskan kegembiraan dan kebahagiaan secara berlebihan. Tidak perlu mogleng-mogleng keliling wilayah yang justru mengganggu masyarakat.”(H33,Pr, P60,H42, H3, H51,wh, an,J5-77)

HASIL PILKADA SERENTAK JAWA BARAT -MAJALENGKA, GARUT, CIAMIS , CIREBON, BANJAR DAN SUBANG







http://tribunjabar.co.id/artikel_view.php?id=23766&kategori=22

Senin , 27 Oktober 2008 ,
Pilkada Serentak di Enam Daerah
4 Incumbent Sementara Unggul
• Dicky Chandra Sempat Dominasi Garut
Erwin Adriansyah/Kemal Setia Permana/Andri M Dani/Dedi Herdiana/dtc/kcm

BANDUNG, TRIBUN – Empat calon bupati-wakil bupati incumbent sementara mengungguli penghitungan suara dalam pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak di enam kota/kabupaten di Jawa Barat, Minggu (26/10). Empat daerah tersebut adalah Kabupaten Ciamis, Kabupaten Subang, Kabupaten Cirebon, dan Kota Banjar.

Sementara itu, dua calon yang berasal dari kalangan artis, Primus Yustisio dan Dicky Chandra, harus berjuang mengekor dari calon-calon incumbent di daerah pemilihan masing-masing di Subang dan Garut.

Di Kabupaten Ciamis, pemilihan berlangsung relatif lancar. Penghitungan sementara Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Ciamis sekitar pukul 20.00 menunjukkan incumbent Engkon Komara-Iing Syam Arifin memimpin dengan 23,83 persen suara. Engkon, Bupati Ciamis, yang didukung Partai Golkar, PAN, PKB, dan PBB, bersaing ketat dengan pasangan Jeje Wiradinata-Husin H Al-Banjari, yang diusung PDIP dan PKS, dengan perolehan 19,05 persen suara.

Sejauh ini, sekitar 28,87 persen pemilih di Kabupaten Ciamis tidak menggunakan suaranya alias golput. Raihan suara ini membuat Pilbup Ciamis berpeluang selesai dalam satu putaran.
Meski terlihat cukup tenang, Engkon Komara, yang memantau penghitungan cepat di Sekretariat DPD Partai Golkar Ciamis Minggu sore, mengaku tegang. Ia menyaksikan penghitungan suara dari menit ke menit yang ditampilkan di layar lebar di Gedung Galuh Karya Rahayu Kompleks DPD Patai Golkar Ciamis tersebut.

“Tegang juga tapi tak sampai grogi. Mari kita tunggu saja hasil penghitungan formal. Di beberapa titik menunjukkan kemenangan, ada tanda-tanda optimisnya,” ujar Engkon sambil tersenyum.

Tak Dendam
Di Cirebon, incumbent Dedi Supardi-Ason Sukasa mengungguli dua rivalnya, Djakaria Machmoed-Pangeran Raja Adipati (PRA) Arief Natadiningrat dan Sunjaya Purwadi-Abdul Hayi Imam. Dedi berhasil mengumpulkan 456.962 suara atau 50,61 persen. Dua rivalnya masing-masing Djakaria-PRA Arief meraih 38,91 persen dan Sunjaya-Abdul Hayi baru mengumpulkan 10,99 persen.

Hasil ini sejalan dengan hasil penghitungan quick count, hingga Minggu (16/10) pukul 16.30, yang dilakukan Persatuan Guru Republik Indonesia Kabupaten Cirebon. Dedi-Ason unggul di 35 kecamatan, sementara rival beratnya, Djakaria-PRA Arief unggul di lima kecamatan, yaitu Karangwaleng, Astanajapura, Waled, Lemahabang, dan Weru.

Hasil quick count yang mengacu pada penghitungan di 224 desa dan 40 kecamatan, dari 968.100 ribu pemilih, Desi-Ason meraih suara mayoritas, yaitu 477.956 suara atau 50,28 persen. Pasangan Djakaria-PRA Arief memperoleh 368.090 suara atau 38,72 persen, sedangkan Sunjaya-Abdul Hayi meraih 104.611 suara atau 11 persen.

Mengomentari kemenangannya, Dedi Supardi berpendapat, hasil ini merupakan kerja keras semua pihak yang telah bekerja sangat keras dalam meraih kemenangan dalam Pilkada Kabupaten Cirebon, termasuk semua partai politik pendukungnya. Dedi pun mengucapkan puji syukur atas kemenangannya ini.

“Alhamdulillah. Ini berkat rida Allah Swt. Niat saya adalah untuk beribadah karena Allah,” tandas Dedi, yang langsung menggelar jumpa pers di rumah pribadinya, Jalan Pemuda 17 Kota Cirebon, kemarin malam.

Dedi mengemukakan, pihaknya siap merangkul para pesaingnya untuk bersama-sama membangun Kabupaten Cirebon. “Jujur, saya tidak pernah memiliki dendam kepada siapa pun. Yang saya inginkan, mari kita bersama-sama memajukan Cirebon sesuai dengan bidang masing-masing,” katanya.

Dedi berpendapat, kekalahan para pesaingnya itu, walau masih bersifat sementara, tidak lebih karena faktor keberuntungan. Baginya, kata dia, dalam ajang seperti Pilkada Kabupaten Cirebon, tidak ada yang menang ataupun kalah.

“Semuanya sama-sama menang. Tapi, yang menang adalah rakyat Kabupaten Cirebon. Kami lebih beruntung. Sedangkan Pak Djakaria, Pangeran Arief, Pak Sunjaya, dan Pak Hayi kurang beruntung. Tapi sudahlah, mari kita bersama-sama menatap masa depan Cirebon yang lebih baik,” ujar Dedi bijak.

Terbesar
Kemenangan hampir pasti diraih cabup-cawabup incumbent di Kota Banjar. Penghitungan suara hingga sekitar pukul 20.00 menunjukkan pasangan incumbent Herman Sutrisno-Ahmad Dimyati meraih 95 persen suara, sementara satu-satunya saingannya, Husin Munawar-Holis Rahman, hanya mendapat lima persen suara.

Kemenangan Herman-Ahmad Dimyati ini kemungkinan kemenangan terbesar yang pernah diraih pasangan dalam sejarah pilkada di Jabar, bahkan di Indonesia.

Pasangan Husin-Holis sebagai pasangan nomor urut satu didukung oleh dua partai politik saja, yaitu PAN dan PKB. Sementara pasangan Herman-Akhmad sebagai pasangan nomor urut dua didukung oleh delapan partai politik, yakni Partai Golkar, PDIP, PPP, Partai Bintang Reformasi (PBR), Partai Demokrat, dan Partai Karya Peduli Bangsa (PKPB), Partai Bulan Bintang (PBB).

Menurut anggota KPU Banjar Sulyanati SH kepada Tribun kemarin, dari 124.834 warga Kota Banjar yang punya hak pilih hanya 22 persen yang tidak menggunakan hak pilihnya.

Primus Pasrah
Di Subang, calon wakil bupati Primus Yustisio mengaku pasrah atas penghitungan suara dalam pilkada di daerah pantura Jabar itu. Penghitungan hingga semalam menunjukkan pasangan incumbent Eep Hidayat-Ojang Sohandi mengungguli saingan utamanya, Imas Aryumningsih-Primus. Eep-Ojang merebut 36,47 persen suara, sementara Imas-Primus berada di urutan kedua dengan 29,76 persen suara.

“Apa pun hasilnya, kami pasrahkan saja ke Allah. Yang penting kami tidak melanggar aturan. Intinya kan usaha sudah kami lakukan sebaik mungkin. Kalau masalah hasil sepenuhnya kami serahkan kepada yang punya kehendak,” ujar Primus di Kantor DPD Golkar.

Meski demikian, Primus tetap optimistis akan terjadi peningkatan signifikan dan perubahan. Menurut hasil laporan yang diterimanya dari tim sukses, pasangan ini masih memiliki peluang suara dari wilayah Pantura Subang. “Insya Allah akan terjadi perubahan, doakan saja,” imbuh calon yang diusung dari Partai Golkar, PAN, Demokrat, dan PKPI ini.

Dengan hasil perolehan jumlah suara calon bupati incumbent ini, Sekretaris DPC PDIP Subang, Atin Supriyatin, optimistis Eep akan kembali memimpin Kabupaten Subang, tanpa melalui pemilihan putaran kedua. “Melihat hasil sementara kami yakin Pak Eep kembali memimpin Kabupaten Subang tanpa harus melalui putaran kedua,” kata Atin di KPU Subang, Jawa Barat, Minggu (26/10).

Pilkada Subang sendiri diikuti oleh enam pasangan calon. Empat pasangan calon dari jalur partai politik dan dua lainnya dari jalur perseorangan. Dua pasangan calon dari jalur perseorangan adalah Ahmad Djuanda-Nandang Sudrajat dan Diding Kurniawan-Hasyim.

Sempat Mendominasi
Di Garut, tiga pasangan calon bupati Garut bersaing ketat sejak penghitungan suara dimulai kemarin siang. Hingga penghitungan suara sekitar pukul 20.00, pasangan Rudi Gunawan-Oim Abdurohim unggul dengan 23,97 persen suara. Pasangan ini ditempel ketat Wahdan Bakri-Helmi Budiman dengan 19,51 persen suara dan pasangan Aceng Holik-Dicky Candra dengan 18,94 persen.

Bahkan pasangan Aceng-Dicky sempat mendominasi penghitungan suara pada awal-awal penghitungan suara dimulai. Menurut pengamatan Tribun, kebanyakan perolehan suara pasangan Aceng-Dicky dengan nomor urut tiga ini berasal dari Garut Kota dan sekitarnya. Dan diprediksi para pemilih pasangan ini didominasi oleh kaum perempuan.

Empat pasangan lainnya untuk sementara harus puas tertinggal cukup jauh dari tiga pesaing mereka. Keempat pasangan yang kemarin masih rendah memperoleh suara itu, sesuai nomor urut, adalah pasangan KH Abdul Halim Lc-Dr Ir Nandang Suhendra MSi, pasangan Drs H Harliman MSi-H Ali Rohman, Drs H Sali Iskandar-Asep Kurnia Hamdani, dan Sjamsu Sugeng D Meng-Hudan Musaffudin Sti.

Ketua KPU Kabupaten Garut, M Iqbal Santoso, mengatakan, dilihat secara umum, proses pelaksanaan Pilbup Garut relatif lancar, partisipasi masyarakat datang ke TPS juga dinilainya cukup tinggi. Ia mengatakan, penghitungan di tingkat kecamatan kemungkinan bisa dimulai Minggu (16/10) malam. KPU sendiri, kata dia, menargetkan penetapan penghitungan suara dilakukan pekan depan.

“Teknis penghitungan dimulai pengesahan berita acara dan harus ada saksi. Nah, kita targetkan nanti malam (tadi malam, Red) semua hasil sudah sampai di PPK. Dari PPK kemudian dilaporkan ke KPU. Insya Allah nanti malam paling cepat sudah ada penghitungan di tingkat PPK. Insya Allah pekan depan hasil penetapan hasil penghitungan suara sudah selesai,” kata Iqbal.

Gubernur datang ke Kabupaten Garut bersama Kapolda Jabar Irjen Pol Timur Pradopo dengan menggunakan helikopter MI-12 milik Polda Jabar. Rombongan Gubernur mendarat di Lapangan Jayaraga. Diterima langsung Wakil Bupati Garut Memo Hermawan, Kepala Bakorwil Priangan Dedi Gunardi, Kapolwil Priangan Kombes Pol Anton Charliyan, Dandim 0611 Letkol Urip Wahyudi, Kapolres Garut AKBP Rusdi Hartono, Sekda Wowo Wibowo, dan pejabat lainnya.

Tidak seperti di empat kabupaten dan kota sebelumnya, di Kabupaten Majalengka dan Kabupaten Garut, tidak ada calon dari kalangan incumbent. Di Majalengka, pasangan nomor urut satu, Sutrisno-Karna Sobahi, yang diusung PDIP dan PKPI, mendominasi penghitungan suara dengan 31,01 persen suara.

Raihan angka ini diperkirakan membuat pasangan ini akan mengganti posisi yang ditinggalkan Bupati Tuti Hayati Anwar, yang telah dua periode memimpin Majalengka sekaligus membuat pemilihan tidak melalui dua putaran. Pasangan Sutrisno-Karna meninggalkan jauh enam pasang saingannya.

Mesin Partai
Pengamat politik dari Universitas Parahyangan, Asep Warlan, menilai kemenangan sementara yang dipegang pasangan incumbent pada empat pilkada di Jabar kemarin karena partai atau gabungan partai yang mengusung pasangan bukan incumbent belum siap bertarung untuk mendapat kepercayaan masyarakat.

“Ini problem rekruitmen partai atau gabungan partai dalam mencari calon-calon kepala dan wakil kepala daerahnya,” kata Asep saat dihubungi Tribun, Minggu (26/10) malam.
Untuk bisa meraih kepercayaan masyarakat itu, lanjut Asep, mesin partai benar-benar digerakkan. Terutama digerakkan dalam rangka mencari figur yang diharapkan masyarakat dan figur yang kemungkinan besar sudah dikenal masyarakat.

Selain itu, kata Asep, kemunculan calon perseorangan pun tampak belum mampu menarik kepercayaan masyarakat di daerah kabupaten/kota Jawa Barat. “Jadi terlihat memang rival para incumbent di daerah itu belum mampu memberikan nilai lebih di masyarakat,” katanya.

Selain itu, diakui Asep, masalah dana kampanye juga bisa menjadi faktor penentu. Berdasar pengamatannya, dana kampanye dari calon incumbent selalu lebih besar dari calon lainnya. “Masalah dana ini biasanya menjadi penentu baik atau tidaknya kinerja mesin partai atau tim sukses,” jelasnya.

Meski demikian, Asep juga mengakui bahwa pilkada yang terjadi secara umum tampak adanya keunikan. Dicontohkannya untuk daerah provinsi, ternyata incumbent tidak menjadi patokan untuk bisa menang. Selain itu kebanyakan pasangan yang diusung oleh PDIP dan Golkar memenangi pilkada, sedangkan pasangan yang tidak diusung oleh kedua partai itu ada yang menang dan ada yang kalah. “Jadi saya juga masih melihat unik, soal pilkada di kita itu,” katanya. (win/set/sta/ddh/dtc/kcm)

Serentak di Enam Kota

Sumber: KPUD dan Desk Pilkada, hingga pukul 19.00-20.00

Kabupaten Majelangka
1. Sutrisno-Karna Sobari 191.840 suara atau 31,01 persen
2. Suhardja-Ateng Sutina 96.114 (15.54 persen)
3. Uu Saepudin-Abun Bunyamin 28.486 suara (4,60 persen)
4. Yunus Sanusi-Dedi Supriadi 98.981 suara (16,00 persen)
5. Tio Indra Setiadi-Ending Suhendi 59.834 (9,67 persen)
6. H Abah Encang-M Iqbal MI 103.890 suara (16,79 persen)
7. Eman Sulaeman-Fuad Abdul Azid 39.476 (6,38 persen)

Kabupaten Garut
1. Wahdan Bakri-Helmi Budiman 182.978 suara (19,51 persen)
2. Rudy Gunawan-Oim Abdurohim 224.741 suara (23,97 persen)
3. Aceng Holik M-Dicky Candra 177.556 suara (18,94 persen)
4. Abdul Halim-Nandang Suhendra 157.172 suara (16,76 persen)
5. Harliman-Ali Rohman 556.475 suara (6,02 persen)
6. Sali Iskandar-Asep Kurnia Hamdani 43.178 suara (4,60 persen)
7. Sjamsu Djalusman-Hudan Mushafuddin 95.593 suara (10,19 persen)

Kabupaten Ciamis
1. Teddy Herdyana-Tarso Damawinata 74.597 suara (4,75%)
2. Affandi Permana-Koko Komarudin 54.707 (4,75%)
3. Engkon Komara-Iing Syam Arifin 274.716 (23,83%)
4. Yoyo Cuhaya-Irman B Kusumah 60.136 suara (5,22%)
5. Jeje Wiradinata-Husin M Al Banjari 219.641 (19,05%)

Kabupaten Cirebon
1. Sunjaya Purwadi-Abdul Hayi 99.088 suara (10,99 %)
2. Dedi Supardi-Ason Sukasa 456.962 suara (50,61 %)
3. Djakaria Machmud-PRA Arief Natadiningrat 346.848 suara (38,91 %)

Kota Banjar
1. Husin Munawar-Holis Rahman 5.660 suara (5 persen)
2. Herman Sutrisno-Ahmad Dimyati 90.066 suara (95 %)

HASIL PILKADA WALIKOTA BOGOR DAN TANGERANG



Hasil Pilkada Kota Bogor di sini: http://www.radar-bogor.co.id/?ar_id=MjA2NDc=&click=Mzg5 (Menang Telak di Semua Kecamatan Diani Walikota Lagi)

Berita Pilkada Tangerang : http://www.radarbanten.com/mod.php?mod=publisher&op=viewarticle&artid=33390 (QC LSI WH raih 87.9%)

QUICK COUNT PILKADA KOTA PADANG

http://www.padangkini.com/

VERSI PKS : Unggul 50.75% Fauzi-Mahyeldi Dipastikan unggul.

Berita terkait
http://www.padangkini.com/headline.php?sub=berita&id=2307
http://www.padangkini.com/headline.php?sub=berita&id=2305
http://www.padangkini.com/headline.php?sub=berita&id=2304
http://www.padangkini.com/headline.php?sub=berita&id=2302

QUICK COUNT PILKADA KALTIM PUTARAN 2

klik di link berikut : http://www.tribunkaltim.com/read/artikel/10706

Hasilnya :

LINGKARAN SURVEI INDONESIA
AFI : 58,68 %
AHAD : 41,32 %

LEMBAGA SURVEI INDONESIA
AFI : 57.08%
AHAD : 42.92%

Partisipasi : 59.68%

PILKADA KOTA PADANG


Rupanya hari ini juga ada pemilihan Walikota Padang, info -sms- dari DPD bersamaan dengan sms tentang Pilgub di Kaltim :
ini link nya : http://padangkini.com/headline.php?sub=headline&id=2283

Pasangan yang “bertarung hari ini”

Ibrahim dan Murlis Muhammad (independen)
Mudrika dan Dahnil Aswad (independen)
Fauzi Bahar dengan Mahyeldi Ansharullah (PAN dan PKS)
Jasrial dan Muklis Sani (Demokrat,Partai Bulan Bintang)
Yusman Kasim dan Yul Akhyarli Sastra (PPP dan PDIP)

rancak bana..

sumber gambar: http://www.mahyeldi.com

QUICK COUNT PILGUB KALTIM PUTARAN 2


Rakyat kaltim hari ini memilih (lagi) Gubernurnya yang baru.

Subuh2 lagi ngoprek Laptop dapat SMS dari Kang Rony di Tenggarong, “Assalamu’alaikum, mohon dukungan dan doanya untuk pasangan Pak Ahmad Amins-Ust. Hadi Mulyadi (AHAD) No.3 pada hari ini kami akan melaksanakan pilgub… *some text missing*…

Pagi2 langsung googling ini berita terkait terkait Pilgub Kaltim 2:
Rapim Golkar Akhirnya Pilih AHAD di Pilgub II, http://www.tribunkaltim.com/read/artikel/9527
PDIP Akhirnya Pilih AHAD di Pilgub Putaran II, http://www.tribunkaltim.com/read/artikel/8042
Hari Ini Pilgub Kaltim Putaran II, http://www.kompas.com/read/xml/2008/10/23/03230610/hari.ini.pilgub.kaltim.putaran.ii

Kang Rony dan temen-temen di Kaltim sana : Der ah! didoakeun ti dieu. Mudah-mudahan rahayat kaltim dipaparin kaunggulan, terus pamimpin anu ka pilih sing adil jeung profesional supaya rahayatna sejahtera. :))

Quick Count? nanti jam 13 WIB biasanya.

sumber gambar : http://www.amins-hadi.com

PILGUB RIAU, SIAPA "PEMENANG SEBENARNYA"

Hari senin 6 Oktober 2008, KPUD Riau mengumumkan “pemenang” Pemilihan Gubernur Riau yang pelaksanaannya tanggal 22 September 2008, sesuai dengan hitungan quick count sebelumnya pasangan RZ-MM dinyatakan sebagai pemuncak menyingkirkan 2 pasang lawannya CS dan TAMPAN dengan suara meyakinkan 57.48%.

Apakah itu berarti mayoritas rakyat Riau menginginkan Rusli Zainal kembali menjadi penguasa bumi lancang kuning? dengan angka 57.48% sepertinya iya. Rupanya tidak sodara-sodara :)) Mari kita berhitung!

Pemilih CS : 390.948 suara
Pemilih RZ-MM : 1.069.196 suara
Pemilih TOPAN : 399.853 suara

Total suara sah : 1.859.997 suara
suara rusak : 52.436 suara

DPT : 3.223.967 jiwa

Berarti jumlah yang tidak ikut Pilgub (padahal sudah ada di DPT) : 1.311.534 jiwa

Belum lagi dibandingkan dengan orang2 -punya hak pilih- yang tidak terdaftar di DPT?
jadi berapa persen? dan siapa sebenarnya pemenang Pilgub Riau? hitung aja!
kata BPS jumlah penduduk Riau tahun 2007 : 4.764.205 jiwa

Tanggal 20 September 2008 – 2 hari menjelang pencoblosan- sempat mendengar omongan dari supir travel “kita ini siapapun yang jadi Gubernur tetap aja gini pak, narik mobil, biarlah yang 3 orang itu -Cagub- yang pening mereka juga yang dapat nantinya”… Yang nakik getah tetap jadi tukang takik (buruh pemanen karet), yang tukang dodos tetap jadi tukang dodos (buruh pemanen sawit)…

Biasanya yang untung – kata mereka2- adalah lapisan tengah “tim sukses”, dari atas ratusan jeti turun, ke bawah cuma selembar kaos dan stiker atau paling hebat dibelikan bola volley jadinya yang kenyang “tim sukses” “duit setan di makan hantu” begitu istilah masyarakat di sini.

Komentar-komentar sinis dan apatis, tapi ada benarnya juga.