Daily Archives: February 28, 2008

WISUDA UNPAD 2008


Ada apa dengan wisuda UNPAD tahun ini? sampai saya mesti posting 2 kali… mohon maaf sama temen-temen yang gogling dengan keyword sejenis dan nyelonong ke blog ini. Bukan bermaksud naikkan “rating” dengan nambah kata kunci diluar topik.. sekali lagi mohon maaf!!.

Saya lagi bahagia -kami tepatnya- dan ada kaitannya dengan berita wisuda UNPAD 2008. Hari ini adik kami yang bungsu -Ikhsan Maulana, SKed- dilantik sebagai sarjana Kedokteran UNPAD. Saya bayangkan yang saat ini paling bahagia adalah Bunda kami tercinta, maklum 4 orang sudah anak-anaknya dilantik dan yang bungsu ini istimewa karena beliau bercita-cita ada salah satu anaknya yang jadi dokter -biasalah cita-cita orang tua jaman dulu, sekarang masih kali ya-.

Agak berliku juga jalannya, pertama saya -sebagai anak sulung- dulu lulus SMA tahun 91 sempet nyiapin berkas untuk daftar di FK UNDIP semua persyaratan sudah dilengkapi pokoknya tinggal kirim..eh tiba-tiba datang tawaran USMI -PMDK ala IPB- langsung berubah pilihan. Saya berdua temen sebangku di SMA -Ma’munir- sama-sama diterima di Bogor, FK UNDIP dilupakan. Bunda gak protes -sepertinya- soalnya udah tertutup kebahagiaan masuk IPB tanpa susah payah test, Alhamdulillah… dan moment ini yang paling “disyukuri” oleh ibunya anak-anak “kalau gak masuk IPB gak akan ketemu dia katanya :) )”….. narsis. Bisa-bisa dapet anak UNDIP :) )

Adek saya berikutnya tahan 3 tahun -ngikutin UMPTN- dan gak ambil kuliah swasta gara-gara ingin nyenengin ibu… 3 tahun tapi gagal :( ( akhirnya kuliah di swasta juga MIPA-KIMIA. Adek yang berikutnya gak tau persis karena dari SMA jurusannya Sosial dan jadi Sarjana Hukum UNDIP…

Yang bungsu akhirnya bisa memenuhi cita-cita ibu, padahal saat lulus SMA diterima di 2 tempat STAN -Bea Cukai- dan FK UNPAD. Karena bayangan ibu tentang Bea Cukai “menyeramkan”…kerja di laut katanya, bawa senjata, ketemu penyelundup dsb… :) ) jadi beliau nyuruh ambil yang UNPAD plus alasan deket dengan rumah..Padahal di Bea Cukai gak bayar kalau gak salah.

4 tahun sudah berlalu akhirnya hari ini kesampaian juga cita-cita beliau, dengan kondisi keuangan yang tidak berlebih -ya cukupan lah- secara “gotong royong” kami sama-sama berbagi membiayai si Bungsu… Alhamdulillah syukur kepada Allah atas nikmat kepada keluarga kami. Walaupun dari segi materi tidak berlebih, 4 anak ibu bisa menyelesaikan bangku kuliah dan itu tidak semua keluarga dapat meraihnya.

rugilah orang-orang yang kufur atas nikmat dari NYA….

SELAMAT UNTUK SEMUA WISUDAWAN DAN WISUDAWATI… perjalanan anda di dunia nyata dimulai..

Berbuatlah untuk sesama!

PERKEMBANGAN KASUS SUSU BERBAKTERI DARI BOGOR

Makin ramai kasusnya… :)
di koment detik.com bu Menteri di maki-maki oleh pembaca -saya perhatikan bukan semuanya civitas IPB atau alumni-, padahal salah satu alumni ada di istana negara :) )

sebagai bagian dari IPB, secara pribadi kami -saya dan istri- sudah memaafkan komentar ibu mentri mungkin beliau agak panik saat itu jadi gak terkontrol lisannya… Saya aja awalnya agak gimana gitu melihat “bahasa tubuh” beliau saat diwawancarai wartawan . Sedikit asal jawab.. maaf bu!

Saran saya, balik ke masalah awal… fokus…fokus… masalah mis komunikasi selesaikan secara baik dan gak usah pada emosi tapi masalah tanggung jawab dengan masyarakatnya -kasus pencemarannya- selesaikan secara profesional dan bertanggung jawab sebagai seorang pemimpin yang diberi amanah.

Yo pada duduk bersama untuk kebaikan rakyat, jangan duduk bersama untuk membohongi dan membodohi rakyat -konspirasi-.

Apapun, semua diminta pertanggung jawaban di hadapan Nya… hati, lisan, juga tulisan tentunya.

ini berita terbarunya:
=========================================
sumber: detik.com

28/02/2008 07:31 WIB
Mahasiswa IPB Gugat Pernyataan Menkes Soal Susu Berbakteri
Iqbal Fadil – detikcom

<!– –> <!–

Update info di seputar Anda setiap hari!
Operator Ketik Kirim ke Tarif Push
Telkomsel Reg Pol 3845 Rp 500
Indosat Reg Pol 3845 Rp 650
Xl & Flexi Reg Nat 3845 Rp 500
Konten dikirim max 2x sehari
Stop, KETIK Unreg Pol atau Unreg Nat
CS : 021-7941178

–> Jakarta – Forum Mahasiswa Pascasarjana (Wacana) Institut Pertanian Bogor (IPB) tidak terima atas pernyataan Menkes Siti Fadilah Supari yang mempertanyakan kredibilitas institusi dan dosen IPB terkait hasil penelitian yang menemukan susu berbakteri.

Rencananya, Kamis (28/2/2008), sejumlah perwakilan Wacana IPB akan menemui Komisi IV DPR yang membidangi masalah kesehatan.

Dalam rilis yang diterima detikcom, Ketua Wacana IPB Sadikin Amir menganggap pernyataan Menkes telah menistakan institusi IPB.

Sadikin menggugat pernyataan Menkes Siti yang berbunyi “Institusi IPB tidak berhak melakukan penelitian tersebut dan yang berhak adalah seorang Dokter. Untuk itu kredibilitas institusi IPB dan dosen peneliti perlu dipertanyakan.” seperti yang dilansir di beberapa media massa.

Menurut Sadikin, hasil riset (uji laboratorium) ahli hispatologi Fakultas Kedokteran Hewan IPB, Sri Estuningsih, yang menemukan 22 merek dagang susu formula bayi dan anak yang beredar di pasaran mengandung bakteri entero bacter saka-zhakii tidak menyalahi aturan.

“IPB sebagai institusi ilmiah berhak dan berkewajiban melakukan riset untuk mengaktualisasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi (pendidikan, penelitian, pengabdian masyarakat,” cetusnya.

Dari sisi pengabdian masyarakat, lanjut Sadikin, hasil riset ini sangat penting karena menyangkut tingkat kualitas kesehatan/hidup jutaan bayi di Indonesia sebagai generasi penerus bangsa.

“Wacana IPB mengutuk keras komentar Menteri Kesehatan RI karena telah merendahkan harkat dan martabat IPB dan perguruan tinggi pada umumnya sebagai institusi ilmIah yang senantiasa berpedoman pada kerangka analisis, logis,dan obyektif,” ujar Sadikin.

“Untuk itu, Wacana IPB menuntut dan mendesak Menteri Kesehatan RI untuk meminta maaf dan
mengklarifikasi pernyataannya kepada seluruh civitas akademika IPB dan perguruan tinggi pada umunya melalui media cetak dan elektronik selambat-lambatnya 1 X 24 jam sejak di bacakannya pernyataan sikap ini,” tandas Sadikin.
( bal / bal )